Senin, Mei 05, 2008

Karena Alga Sembuh Dalam Genggaman

Shirley bagai tak putus dirundung malang. Penderitaan baginya seperti jalan panjang tak berujung. Lara itu berangkat dari tumor ginjal stadium dua yang ia idap. 'Seluruh ginjal kanan saya tertutupi daging yang mengganas,' katanya. Untuk mengatasinya, ia pasrah organ yang berfungsi memisahkan produk buangan metabolisme dari darah itu diangkat. Maka ia pun hidup dengan hanya sebuah ginjal kiri.

Meski buah pinggang yang terserang tumor dibuang, sel mematikan itu metastasis alias menyebar ke kantong empedu. Itu terjadi 11 tahun pascaoperasi. Untuk kedua kalinya, ia menjalani operasi pengangkatan sebagian organ itu. Baginya operasi itu tak juga menuntaskan masalah. Buktinya, ketika pemeriksaan lanjutan terdapat darah beku bagai membatu di daerah sekitar getah bening. Perempuan kelahiran Medan, Sumatera Utara, 38 tahun silam itu kesal sendiri. Oleh karena itu ia terbang ke Singapura.

Dokter negeri jiran itu mengangkat darah yang mem beku. Saat itu tim dokter juga menemukan penyakit lain di tubuh Shirley. Penyakit autoimun itu ber nama sindrom anti fosfolipid antibodi. Menurut dr Hendra Gunawan Widja narko SpOG, ahli kan dungan yang ber praktek di rumahsakit di Jakarta Pusat, sindrom antifosfolipida antibodi ada lah gangguan pada sistem pembekuan darah penyebab trombosis pada arteri dan vena.

Untuk mengatasi penyakit itu, Shirley mengkonsumsi heparin agar darahnya tak cepat membeku. Dampak konsumsi obat itu, ia keguguran hingga 4 kali. Baru setelah berumur 29 tahun Shirley hamil. Ia tetap menyuntik heparin di atas pusar selama hamil hingga 6 bulan setelah melahirkan.

Kanker paru
Dengan kelahiran putrinya, Shirley memang melupakan penderitaannya meski sesaat. Gangguan kesehatan lain muncul, tekanan darahnya melambung 150/110 mmHg-kadar normal 110/90 mmHg. Sedikit saja kelelahan, ia pusing dan mual. 'Saya menjadi tak suka dengan keramaian dan cenderung menyendiri,' katanya. Ia pun mengkonsumsi berbagai obat antihipertensi. Penyakit itu belum juga teratasi, penyakit lain muncul.

Kali ini paru-paru kanannya terserang kanker stadium 4. Ia menurut saja ketika dokter memutuskan mengangkat paru-paru sebesar 4 cm x 4 cm x 2,3 cm. Tujuannya agar tak menyebar ke penjuru paru. Yang ia rasakan pascapengangkatan paru adalah nyeri di pangkal tulang leher dan siku tangan kanan. Rasa sakit itu diperparah dengan kemoterapi yang dijalaninya selama 6 kali. 'Saya berharap setelah kemoterapi, kanker tak lagi hinggap di tubuh saya,' kata Shirley.

Toh, harapan itu sulit terwujud. Sel kanker kembali metastasi ke paru-parunya setahun setelah pengangkatan paru. Selain CT scan yang menjadi penanda adanya kanker, hasil uji laboratorium menunjukkan kadar glukosa tinggi 154 mg/dl, kadar normal 56-110 mg/dl dan asam urat 7,2 mg/dl dengan kisaran normal 2,4-5,7 mg/dl. Adapun penanda kanker: tumor CA 19,9 mencapai 60,5 U/ml, normal kurang dari 39 U/ml.

Dengan diagnosis itu, Shirley mesti menjalani operasi pengambilan daging paru-paru agar kanker tidak menyebar, diikuti 6 kali kemoterapi. Shirley letih menjalani operasi berkali-kali, tetapi kesembuhan tak pernah terengkuh. Oleh karena itu, saat Lili, temannya, menyodorkan alga hijaubiru, Shirley teratrik mencobanya. Alga itu bernama cryptomonadales yang berukuran amat mini: 4 mikron. Dosisnya 15 tablet dengan frekuensi konsumsi 3 kali sehari.

'Seminggu setelah minum obat, badan saya panas dan sesak. Yang paling parah, jari-jari bengkak tak bisa dibengkokkan,' kata Shirley. Perubahan itu menyebabkan ia berniat menghentikan konsumsi alga. Namun, Lili meyakinkan bahwa efek itu merupakan detoksifikasi sel-sel yang tidak baik. Tubuh merespon dengan suhu tubuh lebih tinggi dan sesak napas. Mendengar keterangan itu, Shirley melanjutkan konsumsi cryptomonadales dengan dosis sama.

Hasilnya amat signifikan. Dalam 2 bulan, ketika pemeriksaan kanker paru-paru mengering dan tidak membuat sesak napas. Itu artinya, Shirley tak lagi memerlukan masker untuk melindungi paru-parunya. Rambut rontok akibat kemoterapi pun kini tumbuh kembali. Efek lainnya, ia tak lagi ketergantungan obat-obatan darah tinggi. Fisik membaik itu sejalan dengan hasil laboratorium yang menunjukkan nilai penanda kanker: tumor CA 19,9 turun menjadi 42,2 U/ml atau mendekati kisaran normal. Selain itu, nilai asam urat juga turun menjadi 6,2 U/l.

PPARs
Menurut Prof Ih Jen Su, periset National Health Research Institute, Taiwan, ampuhnya cryptomonadales mengatasi kanker karena kandungan peroxisome proliferatoractivated receptors (PPARs). Ia menginjeksi 8 tikus menggunakan dimethylnitrosamine (DMNA), pemicu kanker kulit hingga menimbulkan luka menganga. Alumnus Harvard Medical School itu lalu mengompres 4 tikus dengan ekstrak cryptomonadales, sisanya tidak diberi perlakuan apa pun. Ekstrak cryptomonadales efektif mengurangi perluasan papiloma kulit.

Nun di Jepang, Yasunori Tsubouchi periset First Department of Internal Medicine, Kyoto Prefectural University of Medicine, membuktikan senyawa PPARs mengontrol pembengkakan akibat serangan sel kanker payudara dan kanker prostat. Cara kerjanya dengan mensintesis komponen antithiazolidinedione (troglitazone) dan 15-deoxy-h12,14-prostaglandin yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan kanker melalui apoptosis.

Sedangkan Sung Yong Lee dari Department of Internal Medicine, Korea University, mengatakan PPARs berperan penting pada pertumbuhan dan pembelahan sel. Pengontrolannya dengan meningkatkan fosfat dan menghilangkan rangkaian kerusakan pada kromosom yang berefek proliferasi atau penyebaran sel kanker paru. Artinya, PPARs berfungsi sebagai antitumor paru saat terjadi kerusakan DNA dan RNA kromosom. Tak heran, berbagai penyakit yang diidap Shirley enyah karena konsumsi cryptomonadales. Alga hijau biru itu menjadi ujung jalan penderitaannya. (Vina Fitriani/Peliput: Niken Anggrek Wulan).

Penggerus Kanker Usus

Gunawati tidak pernah menyangka sakit perut yang kerap menyiksa mengantarkannya ke meja operasi. Awal 2006, perutnya kerap melilit. Ketika suatu pagi menemukan darah dalam feses, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Di Rumahsakit Budi Mulia, Surabaya, ibu 2 anak itu ditangani 2 dokter, spesialis kandungan dan ahli penyakit dalam. Hasilnya: ada benda asing di rahim seukuran telur. Selain itu, dalam usus besar juga tampak ada polip yang mulai menyebar. Menurut dokter, polip dalam usus besar merupakan tanda-tanda awal terjangkit kanker usus. Atas saran dokter, Gunawati melakukan rawat inap. Selama 10 hari opname, dia diharuskan mengkonsumsi berbagai obat-obatan.

Trenyuh melihat kondisi Gunawati, beberapa kerabat memindahkan perawatan ke Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Di negeri Singa itu dokter memeriksa Gunawati lebih intensif, seperti papsmear dan ultrasonografi. Hasilnya mengejutkan, dalam usus besarnya ditemukan 14.000 polip. Padahal, normalnya dalam usus besar harus tanpa polip. Umumnya polip disebabkan kurang konsumsi serat.

Banyaknya jumlah polip dalam usus besar Gunawati menyebabkan dokter memutuskan polipektomi atau operasi pembuangan polip sekaligus mioma dalam rahim. Dua minggu setelah operasi, pemilik kedai ayam goreng itu kembali memeriksakan diri ke dokter. Melalui pemeriksaan darah, dokter mengetahui 4.000 polip tersisa dalam usus besar Gunawati. 'Kok bisa ya? Padahal kan sudah dioperasi,' ujar Gunawati menirukan ucapan dokter. Kecewa dengan hasil pengobatan di sana, ia pun memutuskan kembali ke tanahair.

Cryptomonadales

Tiba di tanahair, adiknya menawarkan cryptomonadales. 'Siapa tahu bisa membuat badanmu kuat,' tutur sang adik sembari menyodorkan sebotol cryptomonadales. Cryptomonadales adalah tumbuhan bersel satu. Gunawati pun mulai mengkonsumsi 10 tablet alga hijau biru itu setiap hari. Setelah 5 hari mengkonsumsi 50 tablet thallophyta-tumbuhan tanpa akar, batang, dan daun sejati-itu, perubahan mulai dirasakannya. Tubuhnya lebih bertenaga.

Setahun setelah mengkonsumsi cryptomonadales Gunawati kembali memeriksakan diri ke Singapura. Hasilnya, di usus besarnya hanya tersisa 9,8 polip. 'Dokter saja sampai kaget kok bisa turun banyak sekali,' katanya sumringah. Puas dengan hasilnya, Gunawati memutuskan untuk terus mengkonsumsi in chao-sebutan cryptomonadales di Taiwan. Upaya itu diimbangi dengan pengurangan konsumsi kepiting, udang, dan daging merah. Kesehatan kelahiran Semarang itu pun kembali pulih.

Perihal cryptomonadales tokcer melawan kanker sudah dibuktikan oleh Prof Wang Shun Te, mantan guru besar Pingtung Technology University di Taiwan. Penelitian selama 30 tahun berhasil menemukan kandungan senyawa yang menyusun tumbuhan supermini berukuran 7 mikron-seukuran debu-itu. Senyawa yang paling spektakuler adalah Peroxisome Proliferator Activated Receptors alias PPARs. Senyawa aktif itu diperoleh dari ekstraksi nukleus atau inti sel cryptomonadales.

Ada 3 bentuk PPARs yakni alfa, beta, dan gamma. Secara umum, PPARs berperan sebagai reseptor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Suplemen seperti alga biasanya bersifat proliferasi, artinya memperbanyak reseptor. Fungsi lain dari PPARs adalah untuk merangsang sel T. Sel itulah yang menjadi salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Menurut dr Sri Budiwati dari klinik Herbs Medicine, Surabaya, dalam cryptomonadales terkandung berbagai senyawa spesial yang mampu melawan kanker. Pendapat itu sejalan dengan penelitian dr Ih Jen Su PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung, University Taiwan. Ih Jen Su berhasil menemukan senyawa fikosianin dalam cryptomonadales. Senyawa itulah yang dipercaya sebagai antivirus dan tokcer melawan sel kanker. Mekanisme untuk mengatasi serangan sel kanker secara apoptosis. Penjelasan sederhananya, fikosianin menyebabkan sel kanker bunuh diri.

Bakteri

Menurut Yu-Sheng Chao PhD, peneliti Bioteknologi dan Farmasi National Health Research Institute, fikosianin juga berfaedah sebagai antioksidan yang membangun sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan meningkatkan limfosit alias sel darah putih. Semua bibit penyakit yang masuk lewat aliran darah akan dilibas oleh sel darah putih itu.
Cryptomonadales juga disusun oleh komponen bernama Chlorella Growth Factor alias CGF. Tidak semua ganggang mempunyai kandungan growth factor. Hasil penelitian Dr Fujimaki, dari People's Scientific Research Center di Tokyo berhasil menemukan manfaat CGF, yaitu membantu pertumbuhan bakteri berguna dalam usus besar. 'Kolon dihuni oleh 300-400 jenis bakteri,' kata dr Otjoeng Handajanto, ahli hidroterapi kolon di Bandung. Salah satu jenis bakteri yang berguna adalah Lactobacillus acidophilus.

Bakteri baik yang dikenal dengan istilah mikroflora itu berguna untuk memberikan perlindungan dengan menyerang bakteri merugikan alias patogen. Mekanismenya dengan membentuk asam-asam organik, terutama asam lemak volatile dan memproduksi antibakteri selain asam. Jika bakteri baik menurun, mereka tak mampu melawan patogen.
'Konsumsi makanan berpengawet dan polusi bisa membunuh bakteri baik dalam usus,' tambah Otjoeng. Padahal, bakteri itu sangat bermanfaat dalam menjaga ketahanan tubuh manusia. Bila ketahanan tubuh anjlok, maka penyakit pun mudah menyerang. Di sinilah peran lain dari CGF dalam cryptomonadales. Ia mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara mengaktifkan sel-sel tubuh sehingga fungsi metabolisme berjalan normal. (Lani Marliani/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

Minggu, Maret 02, 2008

Kesaksian Bpk. Budhi Agustono

Bpk. Budhi Agustono
Jl. Rangkah IV/4
Surabaya

Sebelum menggunakan Cryptomonadales, Bpk. Budhi mengalami penyakit asam urat sehingga menyebabkan ginjalnya bagian kiri sulit untuk dievaluasi. Setelah pemeriksaan dari laboratorium, diketahui asam urat yang ada sgt tinggi ( 11 ml/dL ). Hal ini menyebabkan beliau tidak dapat buang air besar selama kurang lebih 2 minggu dan seluruh badan mengalami sakit.

Bpk. Budhi mencoba untuk mengkonsumsi Cryptomonadales selama kurang lebih 6 hari (15 Oktober - 21 Oktober 2006). Hasilnya menakjubkan !!!!!. Beliau bisa tidur nyenyak kembali tanpa rasa sakit di sekujur badan dan bisa buang air besar kembali dengan lancar. Kadar kreatinin beliau juga menurun.
_

Kamis, Februari 28, 2008

Produk Cryptomonadales



Crypto Force (Tablet)

* 100% Cryptomonadales, Enzymes, PPARs.
* 100% makanan suplement alami. Mengandung nutrisi yang seimbang dan mengandung banyak protein, asam amino, chlorophyll, vitamin dan mineral.
* Meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi rasa lelah, dan meningkatkan kesehatan.
* Aman dikonsumsi dewasa, anak-anak an ibu hamil.
* Konsumsi sebelum makan. Dewasa minimal 10 tablet/hari. Anak-anak minimal 5 tablet/hari
* 100% alami, tidak mengandung gula, perasa, pemanis buatan dan zat-zat tambahan lainnnya


Crypto Life (Kapsul)

* 100% Cryptomonadales CGF Extract Powder (S-Nucleotide, Peptide, DNA, RNA, PPARs)
* Peningkat sistem kekebalan tubuh yang paling bagus. Meremajakan sel dalam tubuh manusia.
* Mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kekuatan dan kesehatan, juga dapat membantu masa pemulihan dari sakit.
* Meningkatkan metabolisme dan fungsi tubuh.
* Kemasan dalam bentuk kapsul CGF Extract Powder. 385mg per kapsul. (1 box terdiri 10 kapsul).
* Konsumsi sebelum makan setiap hari. Dewasa 2-3 kapsul. Anak-anak 1-2 kapsul
* OmniKen 100% alami, tidak mengandung gula, perasa, pemanis buatan dan zat-zat tambahan lainnnya.
_

Crypto PPARs (Cair)

* PPARs (Peroxisome Proliferator Activated Receptor) Agonist, Cryptomonadales Extract Concentrate, Linolenic Acid.
* Mengandung banyak sekali PPAR (Peroxisome Proliferators Activated Receptors) yang dapat membantu metabolisme (pembakaran) lemak, penyerapan glukosa, mencegah peradangan, meingkatkan daya tahan tubuh dan mencegah terbentuknya sel kanker.
* Memacu sel tubuh manusia untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat dalam melawan penyakit.
* Ada dalam kemasan botol kecil ukuran 12ml ( 1 kemasan terdiri dari 4 botol)
* Konsumsi 1 hari sekali sebelum makan.
* OmniPPARs 100% alami, tidak mengandung gula, perasa, pemanis buatan dan zat-zat tambahan lainnnya.
_

Testimoni Dr Henry Lee

Siapa Dr Henry Lee ?


Dr Henry Lee, kepala penyelidik forensik untuk polisi di negara AS, seorang direktur CSI (Crime Scene Investigation). Ia adalah seorang berkewarganegaraan Taiwan yang sudah menghabiskan lebih dari 40 tahun di negara AS. Beberapa penelitian kasus yang ditanganinya termasuk penembakan Presiden AS John F Kennedy di tahun 1963; kasus penembakan di tahun 2004 terhadap Presiden Taiwan, Chen Shui Bian dan banyak lagi yang lain kasus-kasus kejahatan yang terkenal lain yang dapat anda tonton beberapa kasus di antaranya melalui tayangan TV Show berjudul "CSI (Crime Scene Investigation)" di FoxCrime pada Pkl. 20.00 tiap malam, tiap Selasa Pkl 21.00 di Channel 5, ataupun di stasiun-stasiun TV lainnya di seluruh dunia.



Kesaksian beliau untuk Cryptomonadales : Ketika ia kembali ke Taiwan tahun 2005 lalu, Prof Wang bertemu dengannya di Taiwan dan menberitahukan tentang Cryptomonadales dan sekaligus mengundangnya menjadi Juru Bicara atas produk Cryptomonadales yang begitu mengagumkan itu. Ia menolak Prof Wang dan berkata bahwa ia tidak akan melakukan hal itu, jika ia tidak diyakinkan bahwa Cryptomonadales benar-benar suatu produk kesehatan yang baik. Wang lalu memberi dia Cryptomonadales untuk dikonsumsi selama 3 bulan. Setelah menggunakannya selama 2 bulan, Dr Henry Lee memanggil Prof Wang dan bertepuk tangan bahwa Cryptomonadales adalah sangat efektif dan menolong dia memperbaiki semua masalah kesehatan dia, termasuk salah satunya penyakit diabetes. Dr Lee adalah seorang yang berbicara atas bukti dan fakta.

Berbicara atas bukti diri sendiri
Aku sudah menggunakannya
Cryptomonadales benar-benar terbaik
Izinkan saya menangani kasus yang rumit
Mempersilahkan Cryptomonadales peduli atas kesehatanmu!
Dr Henry Lee, November 2006

Dr. Henry Lee merupakan salah satu pengguna Cryptomonadales. Beliau merupakan ahli forensik yang sangat terkenal didunia. Dan sekarang beliau ikut mempromosikan Cryptomonadales dengan semangat yang luar biasa agar setiap insan ikut mengkonsumsinya dan memiliki tubuh yang lebih sehat.
Untuk melihat profilnya lebih lanjut silahkan klik di http://www.drhenrylee.com/

Kesaksian Loyamandra Amirsyah


Loyamandra Amirsyah
Janur Asri IV QK 8/19
Kelapa Gading Permai
Jakarta 14240
Telp. 452 3114



Kadar kolesterol dan diabetes yang tinggi mengharuskan saya mengkonsumsi banyak sekali obat-obatan. Saya juga tidak bisa lagi mengkonsumsi seafood yang merupakan makanan kegemaran saya. Persendian dan tulang terasa begitu ngilu dan nyeri. Saya harus melakukan terapi kop sedikitnya dua hari sekali agar bisa sedikit terbebas dari rasa sakit dan ngilu. Bermacam obat-obatan dan suplemen telah saya coba, namun semuanya tidak memberi hasil yang jelas dan pasti.

Bulan lalu tepatnya tanggal 9 Januari 2007, saya melakukan tes di laboratorium. Hasil yang keluar membuat saya semakin was was terhadap kesehatan saya. Kadar glukosa darah saya 205, Cholesterol 237, LDL Cholesterol 166, dan Trigliserida 145. Tiga hari kemudian, saudara saya kemudian menawarkan agar saya mencoba produk Crypto Force. Minggu pertama pemakaian, saya merasakan nyeri yang luar biasa pada punggung dan lengan. Sakit dan nyeri sekali rasanya walaupun hanya untuk menggerakkan lengan ke belakang sedikit saja. Saya terus rutin mengkonsumsi diiringi dengan pola makan yang sehat dan seimbang. Minggu kedua, saya sudah tidak mengalami keluhan sakit pada punggung dan lengan lagi. Berat badan saya perlahan-lahan ikut susut karena saya hanya mengkonsumsi makanan sehat dan yang dianjurkan saja.

Tanggal 12 Februari 2007, tepat satu bulan setelah pemakaian Crypto Force, saya melakukan pemeriksaan lagi. Hasilnya benar-benar melegakan. Kadar glukosa darah saya turun dari 205 menjadi 121. Cholesterol yang tadinya 237 tinggal 166 sekarang, suatu kadar yang sangat bagus dan sehat. LDL Cholesterol yang sebelumnya melonjak 166 pun kini hanya 100, tingkat yang sangat baik sekali. Dan luar biasanya lagi, Trigliserida yang sangat jarang bisa turun sekarang hanya 84, turun hampir setengah dari pemeriksaan pertama.

Total berat badan yang turun adalah 8 kilogram setelah satu bulan konsumsi Crypto Force. Metabolisme saya meningkat dan saya merasa makin berstamina.

Olah Cryptomonadales 6 Proses di 2 Tempat

Tiga kali sehari Tan Chen, pensiunan guru Sekolah Dasar, menghitung tablet-tablet berwarna hijau di tangan kirinya. Begitu berjumlah 20 buah, kakek berusia 74 tahun itu langsung menelannya. Dan lep! Tablet cryptomonadales langsung masuk ke dalam perut. Betapa mudah bagi Tan mengkonsumsi tablet untuk menjaga kesehatannya. Padahal untuk jadi tablet, alga itu harus melewati 6 proses di 2 tempat yang berbeda, Changhua dan Taichung, Taiwan.

Proses perbanyakan cryptomonadales yang berlokasi di Chen Ping Village, Fengyuan, Changhua, Taiwan, itu sebenarnya telah dipangkas. Sebelumnya ada 9 proses yang harus dilalui. Awalnya bibit ganggang diperbanyak di laboratorium, kemudian baru dipindah ke bak penampungan berdiameter 2 m. Ketika jumlahnya sudah banyak, makhluk bersel satu itu dipindahkan kembali ke kolam berukuran sedang, diameter 5-6 m, dan terakhir ke kolam besar berdiameter 20-30 m.

Namun, Prof dr Wang Shun Te, penemu cryptomonadales dari negeri Formosa, merasa proses itu tidak efisien. 'Butuh waktu 1 bulan dari laboratorium hingga panen,' katanya. Kini, alga yang terdapat di dalam kolam besar itu hanya dipanen setengah. Sisanya, dijadikan bibit untuk diperbanyak kembali. Dengan begitu, Wang bisa panen setiap 3-4 hari per kolam.

Di lahan seluas lapangan sepakbola itu terdapat 20 kolam penampungan beragam ukuran. Namun kini, kolam kecil dan sedang tak lagi beroperasi, hanya 8 kolam besar yang tetap dipergunakan. Di sanalah makhluk liliput itu dibudidayakan hingga panen dan berubah bentuk dari cair menjadi bubuk cryptomonadales.

Selanjutnya serbuk ganggang yang dikemas dalam kaleng setinggi 40 cm itu dikirim ke Yusheng Pharmaceutical Co., Ltd di Taichung. Lokasi ditempuh sekitar satu jam bermobil dari Changhua. Di sana, serbuk dianalisis kandungannya, kemudian diolah menjadi tablet dan kapsul. Berikut pengolahan cryptomonadales dari bak penampungan hingga tablet.
  1. Bibit dimasukkan ke dalam kolam terbuat dari semen setinggi 50 cm. Kolam diisi air tanah yang telah bersih dari logam berat. Perbandingan air dengan cryptomonadales, 9:1. Untuk memasok CO2, Wang memberikan cuka sebanyak 5% dari volume total. Setiap kolam dilengkapi pemutar yang digerakkan listrik dan beroperasi selama 24 jam. Pemutar berfungsi mengaduk air kolam sehingga bibit crypto tak ada yang mengendap di dasar kolam. Selain itu, alga juga memperoleh sinar matahari secara merata. Makhluk liliput itu tumbuh baik pada suhu 28-32?C. Di bawah 10?C dan di atas 32?C, alga tidak tumbuh. Sedangkan pada suhu 10-20?C, pertumbuhan makhluk berukuran 4-8 mikron itu lambat. Karena perbedaan suhu itu, Wang memanen 10 ton serbuk cryptomonadales pada musim panas dan musim dingin hanya 2 ton.
  2. Cara panen, air kolam berisi alga itu dipompa dan dialirkan ke-3 penyaring. Pada saringan pertama, air yang keluar terlihat keruh berwarna cokelat. Air bening yang keluar tampak pada saringan ketiga, tanda ganggang sudah bersih.
  3. Cryptomonadales yang telah bersih masih mengandung air. Untuk mengeringkan, alga itu dialirkan ke spray drier. Di dalam tabung yang bersuhu 100?C itu, crypto turun dalam bentuk kabut. Bak sihir, dalam waktu 1,5 detik, ganggang yang tadinya cair berubah jadi bubuk. Bubuk cryptomonadales kemudian ditampung dan dikemas dalam kaleng persegi setinggi 40 cm. Setiap kaleng berisi sekitar 10 kg serbuk.
  4. Dari Changhua, bubuk alga itu dikirim ke Yusheng Pharmaceutical Co., Ltd di Taichung. Di sana, serbuk dianalisis terlebih dahulu sebelum diolah menjadi tablet atau kapsul. Dari setiap kaleng, diambil 30 g bubuk crypto untuk dicek di laboratorium. Pengecekan berupa kadar air, penampilan, kandungan logam berat, jumlah klorofil, kandungan Gamma Linoleic Acid (GLA), serta pengecekan keberadaan mikroba berbahaya. Kandungan air tak boleh lebih dari 7%.
  5. Setelah hasil laboratorium memenuhi syarat, serbuk kemudian dimasukkan ke dalam mesin yang akan mengubah bentuk jadi tablet. Mesin berkapasitas 5.000 tablet/hari.
  6. Dari Taichung, tablet cryptomonadales dikirim kembali ke Changhua untuk kemudian dikemas. Setelah dikemas dalam botol dan kardus, produk siap dipasarkan ke konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tablet cryptomonadales itulah yang dikonsumsi Tan setiap hari. (Rosy Nur Apriyanti)

Cerita Pilu Penemuan Cryptomonadales

Hanya 3 bulan, Thomas Alva Edison-penemu yang mematenkan 1.093 temuannya-mengenyam pendidikan formal. Gurunya menganggap kelahiran 11 Februari 1847 itu bodoh sehingga dikeluarkan dari sekolah. Cibiran serupa juga diterima Wang Shun Te yang lahir 6 tahun setelah kematian Alva Edison. Profesor gila, bodoh, dan otaknya bermasalah. Itulah sederet olok-olok untuk Wang.

Betapa tidak, guru besar Pingtung Technology University-perguruan bergengsi di Taiwan selatan-itu meninggalkan kampus dan meriset untuk menemukan alga baru. Pada awal riset, rata-rata Wang menghabiskan waktu hingga 12 jam sehari. Ia tak mengenal hari libur. Meski demikian banyak koleganya pesimistis. Para dosen berkomentar, 'Pekerjaan sia-sia karena mencari sesuatu yang tidak akan berhasil. Kalau berhasil menemukan pun, belum tentu orang mau coba dan belum tentu ada manfaatnya bagi orang.' Namun, pendirian Wang teguh. 'Saya mempunyai tekad bulat sehingga kalau belum berhasil saya akan coba terus.'

Selama 30 tahun meneliti alga sejak 1977, tak terbilang dana yang dihabiskan Wang. Angka persis memang tak ada. Yang ia ingat, dana US$16.000 dibenamkan untuk membangun perusahaan, Chlorella International Co Ltd di bilangan Changhua, 4 jam perjalanan ke arah selatan Taipei. Namun, menurut perkiraannya lebih dari ratusan juta NT. Satu NT setara Rp270. Saking banyaknya uang yang dihabiskan, sampai-sampai ayahnya berujar, 'Anak saya bukan cuma kamu. Kamu jangan habiskan semuanya, nanti saudara yang lain tidak kebagian,' kata Wang mengulangi ucapan sang ayah. Ayahnya pengusaha properti di Taipei, Taiwan, yang sukses.

Ditinggal anak

Mengetahui ayahnya mati-matian meneliti alga, Chin Yang-sang anak-berniat membantu. Ia yang baru saja menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Amerika Serikat segera pulang ke Taiwan. Hasrat menempuh pendidikan doktor dihentikan. Namun, sepekan di tanah kelahiran, prahara berupa badai menyapu Taiwan hingga menjemput ajal. Sebuah tiang listrik roboh dan menghantam Chin Yang hingga meninggal dunia. Tragedi itu terjadi ketika Wang hampir saja merampungkan riset sehingga menggoreskan kesedihan mendalam baginya. Anak satu-satunya itu pergi ke pangkuan Yang Esa.

'Bila saya tidak tergila-gila dengan cryptomonadales, anak saya mungkin masih hidup,' ujarnya pilu kepada Trubus pada penghujung musim semi yang menggigilkan tubuh itu. Tak lama berselang, riset 3 dasawarsa itu menghasilkan cryptomonadales Chlorella sorokiniana. Alga berukuran supermini, 4 mikron, itu sesuai dengan yang diharapkan. Kandungan senyawa aktif amat lengkap seperti fikosianin, CGF alias chlorella growth factor, dan Peroxisome Proliferator Activated Reseptors (PPARs).

Semua berfaedah bagi sistem kekebalan tubuh. Belum lagi kandungan mineral dan vitamin yang tak kalah lengkap. Toh, kehebatan itu tak serta-merta mudah diterima konsumen dan pedagang. Buktinya, saat ia menawarkan temuannya, seorang pedagang justru mengusirnya. Padahal, sebelum dipasarkan chlorella itu melalui uji ilmiah seperti invitro dan invivo.
Telanjur melangkah, mantan dosen Biomedical itu memberikan gratis produknya selama 6-12 bulan kepada beberapa agen. Setelah merasakan khasiat Chlorella sorokiniana, konsumen akhirnya menerimanya. Pria kelahiran 6 Oktober 1937 itu mencoba peruntungan di mancanegara. Negara pertama yang ia sasar adalah Korea Selatan. Seperti di Taiwan, konsumen negeri Ginseng itu juga semula menolak chlorella. Namun, 6 bulan berselang produknya dapat diterima sehingga memberikan omzet US$500.000. Pendapatannya dari negeri jiran itu melambung menjadi US$1-juta hasil penjualan tablet chlorella dan ekstrak PPARs.

Kini hasil temuan Wang itu tersebar di 21 negara di 4 benua, seperti Indonesia, India, Australia, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Meksiko. Total produksinya mencapai 10-14 ton pada musim panas; 2 ton, musim dingin. Wang yang bertubuh mungil itu membiakkan alga di kolam-kolam berbentuk bundar dengan diameter 20-30 m. Kedalamannya 50 cm. Dari kolam itulah ia menangguk omzet rata-rata US$100-juta pada 2006-2007 setara Rp910-miliar per tahun.

Paman Sam

Selain 2 produk utama, tablet dan ekstrak PPARs, Wang kini mengolah alga menjadi beragam produk kebersihan seperti sabun, sampo, dan krim wajah. Ada lagi produk terbarunya: etanol cairan hasil fermentasi. Produk yang terakhir disebut itu diminati industri bahan bakar nabati asal Amerika Serikat. Hasil fermentasi itu memang berpotensi besar menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.

Belum lama ini perusahaan di negeri Paman Sam itu menawar teknologi penemuan bahan bakar dengan harga US$500-juta setara Rp4.500-miliar. Namun, pria 70 tahun yang tetap energik itu menolak. Penolakan itu karena, 'Saya ingin mengusahakan sendiri karena takut perusahaan besar itu memakan perusahaan yang kecil,' ujarnya. Alasan lain, 'Saya ingin menunjukkan, Taiwan itu kecil, tapi dari segi teknologi, dunia tidak merendahkannya.'
Menurut Wang produksi bahan bakar asal alga lebih cepat ketimbang tebu yang baru dipanen pada umur 12 bulan. Sekarang setelah kesuksesan ia raih, banyak orang mendekatinya. 'Semua mau bekerja sama dengan saya,' katanya. Hal yang lumrah karena rekeningnya kian gemuk seiring dengan diterima temuannya di berbagai negara. Menurut Wei Chi Liang, mitra kerjanya, pemberian nama Wang Shun Te memang tepat. Wang bermakna raja, shun beruntung atau lancar, dan Te berarti moralitas.
Sikap-sikap itu ada pada sang penemu yang dianggap bodoh dan gila. Lihatlah sikapnya yang rendah hati: sebagian laba perusahaannya disisihkan untuk Yayasan Chin Yang-diambil dari nama almarhum anak semata wayangnya-untuk kegiatan sosial. Orangtuanya tak salah memberikan nama yang indah itu: Wang Shun Te. (Sardi Duryatmo)

Selamat Datang, Cahaya

Dunia hitam. Dunia gelap. Begitulah warna di mata Chen Tien Zen. Selama 20 tahun matanya tertutup rapat. Gejala kebutaan itu dialaminya sejak berusia 10 tahun. Semula bocah Chen masih mampu melihat pada siang hari; petang penglihatannya kabur.

Perkembangan berikutnya penglihatannya memburuk. Sampai akhirnya ia sama sekali tak dapat melihat pada 2 dasawarsa silam. Siang dan malam warna dunia senantiasa sama. Sayang, impitan ekonomi menyebabkan Chen tidak mampu berobat ke dokter. Ia pasrah menerima penderitaan.

Menurut dr Darmayanti SpM dari Jakarta Eye Center, penyakit yang diderita Chen merupakan keturunan yang dikenal dengan nama retinitif pigmentosa. Lamanya perubahan dari buta pada petang (umur 10 tahun) hingga buta sama sekali pada umur 50 tahun lantaran aliran darah di retina tidak normal. Dampaknya berupa penurunan penglihatan secara perlahan. Akibat kebutaan itu ke mana pun ia pergi, tongkat besi menjadi teman setia. Itu saja belum cukup. Anak atau cucunya selalu menyertai kakek kelahiran Taichung, Taiwan, 77 tahun lampau itu. Pun sekadar mengambil makanan di meja makan.

Secercah harapan timbuh di relung hatinya saat sebuah radio menyiarkan cryptomonadales, alga yang banyak menyembuhkan beragam penyakit. Pada Juli 2006 ia mulai rutin mengkonsumsi 15 tablet cryptomonadales 3 kali sehari. Sebulan mengkonsumsi tanda-tanda perubahan mulai terlihat. 'Ada cahaya yang masuk ke mata saya,' kata Chen sumringah.

Kini, Mata Chen yang tertutup lantaran urat sarafnya yang tak berfungsi mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ia pun sudah bisa melihat lagi meski belum jelas. 'Setidaknya sekarang saya sudah bisa memilih makanan yang tersaji di meja. Tak perlu lagi diambilkan orang lain,' katanya. Hijau daun, merah bunga kini sudah dapat ia lihat keindahannya. Selamat datang, cahaya. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)

Makhluk Liliput Normalkan Kolesterol

Musibah itu bagai efek domino bagi Chen Liao. Akibat tabrakan sepeda motor, guru olah raga di SD Si-Tun Tainan, Taiwan, itu harus mengenakan kruk ke mana pun melangkah. Kaki terasa ngilu. Efek lain, 'Saya jadi mudah sedih, konsentrasi buyar, dan sulit tidur. Tiga tahun pertama pascakecelakaan, saya ingin bunuh diri' ujar Chen.

Chen Liao mendapat cuti khusus selama 2 tahun. Selama cuti itu ia lebih banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur sehingga jarang berolahraga. Di sisi lain untuk memulihkan sakitnya, Chen banyak mengkonsumsi pakan berprotein tinggi. Dalam budaya Taiwan, itulah yang disebut cia po'. Dampaknya kadar kolesterol perempuan kelahiran 9 April 1941 itu melambung hingga 285 mg/dl; kadar normal 135- 200 mg/dl. Tragedi yang terjadi saat ia berangkat mengajar pada 1992 itu tetap teringat di benaknya.

Peristiwa serupa juga dialami Irwan Liauw di Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat itu-pada 2001-ia hendak pulang ke rumahnya di Pluit, Jakarta Utara. Pascatabrakan, kadar trigliserida Irwan melambung, 700 mg/dl. Kadar normal 200 mg/dl. Trigliserida merupakan lemak sejati yang menghasilkan gliserol dan asam lemak bila dihidrolisis.

Undang penyakit

Kolesterol senyawa organik yang umumnya dibentuk dalam jaringan binatang. Bahan pangan kaya kolesterol berasal dari binatang seperti kuning telur, hati, dan otak. Menurut dr Yayan Sri Biyantoro, faedah kolesterol antara lain untuk menjaga dinding sel, kulit, dan berperan dalam produksi hormon seks. Namun, ketika jumlahnya berlebih justru membahayakan kesehatan.
Dokter alumnus Universitas Airlangga itu menuturkan penyebab melambungnya kadar kolesterol lantaran konsumsi pangan yang mengandung lemak jenuh. Memang faktor genetis atau bawaan karena lever memproduksi kolesterol dalam jumlah besar juga berpengaruh. Akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah menyebabkan lemak menempel pada dinding pembuluh darah hingga terjadilah aterosklerosis alias penyempitan pembuluh nadi.

Penyempitan itu akibat terbentuknya ateroma sehingga pembuluh nadi kaku dan sempit. Ateroma mengandung banyak kolesterol, endapan kapur, dan serabut otot polos. Aterosklerosis dapat terjadi di mana-mana. Bila penyumbatan di dalam pembuluh darah otot jantung, timbul penyakit jantung koroner; otak, stroke. Penyakit lain yang timbul akibat aterosklerosis adalah hipertensi dan nyeri tungkai.

Lengkap

Bertahun-tahun Chen Liao dan Irwan Liauw mengidap kolesterol dan trigliserida tinggi pascatabrakan sepeda motor. Ketika suatu petang Chen Chi Siong-suami Liao-menyodorkan brosur cryptomonadales, Chen Liao tertarik mengkonsumsi herbal itu. Cryptomonadales adalah tumbuhan bersel satu hasil temuan Prof Dr Wang Shun Te dari Taiwan. Kepada Trubus Prof dr Ih-Jen Su PhD dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University Taiwan mengatakan kandungan cryptomonadales amat lengkap.
Ih-Jen Su yang juga periset National Health Research Institute menyebut fikosianin, klorofil, asam linoleat gamma, dan Peroxisome Proliferator Acctivated Reseptors (PPARs) terkandung dalam cryptomonadales. Yang disebut terakhir merupakan senyawa aktif yang ditemukan Ih-Jen Su. Nah, PPARs itulah yang merangsang sel T dalam membangun sistem kekebalan tubuh.

Sejak setahun lalu Chen Liao mengkonsumsi 60 tablet cryptomonadales 3 kali sehari sebelum makan. Meski awalnya ragu, Irwan Liauw juga mengkonsumsi 20 tablet cryptomonadales 2 kali sehari. Baru 2 pekan mengkonsumsi, mereka yang tak saling kenal merasakan hal sama. 'Dada saya sakit seperti tertusuk jarum. Ternyata itu efek detoksifikasi,' ujar Irwan yang perokok itu. Namun, efek seperti itu hanya berlangsung 7-10 hari. Tujuh bulan rutin mengkonsumsi cryptomonadales, kadar kolesterol Chen kembali normal.

Bagaimana duduk perkara cryptomonadales mengatasi kolesterol tinggi? Menurut dr Yayan kandungan tumbuhan liliput berukuran 7 mikron itu amat lengkap. Kelengkapan nutrisi cryptomonadales itu menyebabkan liver dapat berfungsi dengan baik sehingga produksi kolesterol terkontrol. Selain itu, cryptomonadales juga mengandung serat larut yang tokcer mengikat lemak.'Jadi saat lemak bersama makanan masuk ke dalam usus, maka fiber atau serat segera mengikatnya sehingga tak masuk ke dalam darah,' ujar Yayan. Dengan begitu kadar kolesterol Chen Liao pun kembali normal. Kini masa pensiun ibu 5 anak itu diisi dengan mengajar senam pernapasan chikung. (Sardi Duryatmo/Peliput: Nesia Artdiyasa)

Taiwan: Alganya Ampuh di 21 Negara

Jantung berdebar-debar dan sesak napas memberikan isyarat bagi Mei Liou untuk segera berbaring. Ia tergopoh-gopoh meninggalkan pekerjaan rumahtangganya. Sejak dokter di Chinese Herbs Medical Hospital memvonis jantung koroner, Mei seperti terbelenggu. Celakanya, perempuan 54 tahun itu juga mengidap insomnia. 'Meskipun musik pengantar tidur sudah disetel, saya baru bisa tidur pukul 03.00 dinihari dan terbangun pukul 05.00.'

Tidur rata-rata 2 jam sehari kian memperlemah kesehatan Mei Liou sehingga serangan jantung lebih kerap terjadi. Berbagai upaya demi kesembuhan ditempuh ibu 3 anak itu. Ia rutin mengkonsumsi obat berupa 6 jenis pil untuk mengatasi jantung koroner, tetapi, 'Saya makin sengsara. Sering sesak napas,' katanya. Sejak 2005-2 tahun setelah vonis jantung koroner-warga Pingtung Utara, Taiwan, itu juga mencoba pengobatan herba. Namun, kesembuhan ibarat jauh api dari panggang.

Harapan sembuh itu muncul pada sebuah siang ketika ia mendengarkan radio. Dari media audio itu ia mengetahui cryptomonadales ampuh mengatasi beragam penyakit degeneratif seperti jantung koroner. 'Saya pikir harus mencobanya karena berbagai obat yang sudah saya konsumsi tidak menyembuhkan,' katanya ketika ditemui Trubus di Taichung, 3 jam bermobil dari Taipei, Taiwan, pada 3 April 2007. Sejak September 2006 Mei Liou rutin mengkonsumsi 15 tablet cryptomonadales 3 kali sehari.

Baru juga konsumsi sepekan, khasiat cryptomonadales terasa. 'Saya bisa tidur pukul 23.00,' ujar Mei dengan mata berbinar. Sebulan berselang, jantung berdebar-debar dan sesak napas tak pernah terjadi. Dalam 8 bulan terakhir, gangguan kesehatan itu hilang. 'Saya merasa lebih bugar dan bertenaga,' ujar Mei. Ia bukan satu-satunya pasien yang merasakan faedah cryptomonadales. Tandjung Suryani di Waru, Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, lolos dari penyakit leukopenia. Kadar leukosit Tandjung cuma 2.000/mL; normal minimal 4.000/mL.

Padahal, sebelumnya, Tandjung mencari kesembuhan hingga ke rumahsakit di Singapura. Pada awal Desember 2006, nenek 10 cucu itu mulai mengkonsumsi 15 tablet cryptomonadales 3 kali sehari. Hasil pengecekan dokter setelah sebulan konsumsi pada 2 Maret 2007, leukosit perempuan 70 tahun itu 3.560/mL.

Salah golongan?

Selain Mei Liou dan Tandjung Suryani, Trubus menemukan banyak pasien lain di Taiwan dan Indonesia yang sembuh berkat cryptomonadales. Sekadar menyebut beberapa pasien yang sembuh secara empiris adalah Ang Jia Cheng yang mengidap asam urat, Sri Indrawati (diabetes mellitus), Mariam Fatima (hipertensi), Chiang Chen Long (kanker hati), Chih Loung (kolesterol), Tan Swie Ha(myoma), dan Chang Lie Zie (parkinson). Sembuhnya kanker dan kolesterol malah terbukti secara klinis. Kehadirannya benar-benar menghebohkan dunia kedokteran Taiwan.

Harap mafhum, tumbuhan supermini berukuran 7 mikron-seukuran debu-itu justru berkhasiat besar: membantu mengobati beragam penyakit maut. Itulah hasil riset Prof Wang Shun Te selama 30 tahun. Mantan guru besar Pingtung Technologi University di Taiwan itu menggolongkan cryptomonadales ke dalam genus Chlorella dengan nama ilmiah Chlorella sorokiniana. Menurut Dra Nining Betawati Prihantini MSi, peneliti alga dari Universitas Indonesia, chlorella tidak termasuk dalam ordo Cryptomonadales, tetapi Chlorococcules.

'Cryptomonadales Chlorella sorokiniana dikatakan memiliki pigmen biru atau fikosianin. Chlorella seharusnya tidak memiliki fikosianin. Yang memiliki pigmen biru adalah divisi Cyanophyta, Rodophyta, dan Cryptophyta,' ujar master Fikologi (Ilmu Alga) alumnus University of Tsukuba Jepang. Pendapat serupa disampaikan oleh Dian Hendrayanti MSi, dosen Biologi Universitas Indonesia, dan Prof I Nyoman Kabinawa, ahli alga Pusat Penelitian Bioteknologi-LIPI.

Oleh karena itu Nining Betawati cenderung menggolongkan cryptomonadales ke dalam Cryptophyta lantaran dinding sel tipis dan berbentuk elips. Dari sisi ukuran yang mini, cryptomonadales mirip spirulina dan chlorella yang lebih dulu sohor di tanahair sebagai pangan kesehatan. Yang disebut pertama sudah sejak 400 tahun silam digunakan sebagai pangan tradisional.

Menurut Nining Betawati, secara fisik terdapat perbedaan antara cryptomonadales, spirulina, dan chlorella. 'Spirulina itu tergolong Cyanobacteria atau Cyanophyta dan dinding selnya tidak sejati atau eukariota. Sedangkan chlorella dan cryptomonadales berdinding sejati atau prokariota. Dinding cryptomonadales paling tipis dibanding yang lain,' ujar perempuan kelahiran Yogyakarta 4 Agustus 1963 itu. Hasil riset Brec L Clay dari Departemen Biologi, Colorado State University, cryptomonadales memiliki pigmen lebih banyak dibanding alga lain. Jika chlorella hanya mempunyai pigmen hijau atau klorofil; spirulina, pigmen biru alias fikosianin; cryptomonadales, mempunyai keduanya.

Spektakuler

Terlepas dari penggolongan itu, cryptomonadales terbukti sebagai panasea-sebuah obat yang mampu mengatasi beragam penyakit. Bagaimana duduk perkaranya? Menurut dr Ih-Jen Su PhD, dosen Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University Taiwan, kandungan senyawa aktif, gizi, dan mineral tumbuhan bersel satu itu amat lengkap. Alumnus Harvard Medical School itu mengungkapkan, cryptomonadales sebagai pangan kesehatan abad ke-21.

'Kandungan crypto sangat lengkap dan bagus sekali untuk membangun jaringan sel,' ujar dr Yayan Sri Biyantoro Dwiputro di Surabaya. Ih- Jen Su dan Yayan Sri Biyantoro tak berlebihan. Yang paling spektakuler dari cryptomonadales adalah kandungan Peroxisome Proliferator Activated Receptors alias PPARs yang ditemukan oleh Ih-Jen Su pada awal abad ke-21. Senyawa aktif itu diperoleh dari ekstraksi nukleus atau inti sel cryptomonadales. Di pasaran ekstrak PPARs dikemas dalam botol mungil bervolume 12 ml.

Ada 3 bentuk PPARs yakni alfa, gamma, dan beta. Yang disebut pertama berperan 'melindungi' beberapa organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung. Sementara gamma ada di usus, limpa, dan pankreas; beta, jaringan adiposa, otak, dan kulit. Menurut dr Sidi Aritjahya, dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, PPARs merupakan reseptor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Nah, obat-obatan seperti alga lazimnya bersifat proliferasi yakni memperbanyak reseptor.

Fungsi lain PPARs untuk merangsang sel T-bagian dari sistem kekebalan tubuh. Di dalam tubuh sel T ibarat macan tidur yang harus 'dibangunkan' agar berperan melawan benda-benda asing seperti virus. PPARs juga merangsang sekresi insulin sehingga baik untuk mencegah diabetes.

Telanjang

Selain PPARs, tumbuhan superliliput itu juga mengandung fikosianin seperti hasil riset dr Ih-Jen Su. Kepada Trubus, dokter Su mengatakan, fikosianin sebagai antivirus dan tokcer mencegah serangan kanker. Mekanisme untuk mengatasi serangan sel kanker secara apoptosis. Dengan sederhana dapat digambarkan, fikosianin memberikan 'pisau tajam' kepada sel kanker agar digunakan untuk bunuh diri. Oleh karena itu apoptosis dikenal juga dengan istilah program bunuh diri. Itulah yang dialami Chang Chen Long, pengidap kanker hati stadium IV.

Antivirus dalam alga bekerja secara tidak langsung. Maksudnya, ia tidak merusak atau mematikan virus, tetapi menghambat perkembangbiakannya. Sementara Yu-Sheng Chao PhD, peneliti Bioteknologi dan Farmasi National Health Research Institute mengungkapkan, fikosianin juga berfaedah sebagai antioksidan yang membangun sistem kekebalan tubuh. Caranya dengan meningkatkan aktivitas limfosit.

Menurut Dr Suprapto Ma'at Apt dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, fungsi sistem imun adalah pertahanan. Artinya, menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit. Selain itu sistem imun juga membersihkan sel-sel yang mati. 'Fikosianin sangat baik untuk imunitas, antikanker, dan penyakit generatif lainnya,' ujar Kabinawa. Keistimewaan lain, dinding sel tumbuhan itu amat tipis sehingga oleh para peneliti disebut alga telanjang lantaran saking transparannya.

Prof Kabinawa menduga, dinding sel itu tersusun dari bahan asam muramat dan peptidoglikan yang mudah dicerna secara monogastrik, tanpa harus dipecah. Keadaan tipisnya dinding sel itu juga menguntungkan. Karena berdinding sel tipis, 'Daya serap cryptomonadales sangat tinggi, 95%. Sementara chlorella hanya 50-70%. Jadi jika kita mengkonsumsi chlorella hanya 70% kandungan yang dapat kita serap. Makanya jika kita mengkonsumsi 100 tablet chlorella sama dengan 73 tablet cryptomonadales,' ujar dokter Su.

In chao-nama lokal cryptomonadales di Taiwan-mengandung klorofil hingga 4%. Kadar itu luar biasa tinggi untuk ukuran alga. Faedahnya? Menurut Dr Dyah Iswantini Pradono, ahli biofarmaka Institut Pertanian Bogor, klorofil sebagai antikanker dan antiasamurat. Flavonoid bahan bioaktif pada tanaman itu juga sangat penting untuk memperlancar dan pembentuk sel darah merah.

Tren

Keunggulan lain, cryptomonadales mengandung CGF (chlorella growth factor). Tak semua alga mempunyai kandungan growth factor yang penting untuk mengaktifkan sel-sel tubuh sehingga fungsi metabolisme berjalan normal. CGF menentukan daya regenerasi sel. Dengan sederet keistimewaan itu para peneliti menyebut cryptomonadales sebagai rajanya alga. Di Indonesia, in chao mulai diperkenalkan sejak akhir 2006 dan kini menjadi sandaran kesembuhan bagi pasien. Dokter-dokter di tanahair seperti dr Yayan Sri Biyantoro yang berpraktek di Blitar dan Surabaya serta dr Sri Budiwati (Sidoarjo) juga meresepkan cryptomonadales bagi pasien beragam penyakit misalnya kanker, hipertensi, diabetes mellitus, dan asam urat.

Hasil lacakan Trubus, di Indonesia terdapat 3 distributor yang mengedarkan beberapa merek seperti tablet Crypto Force, kapsul Crypto Life, Crypto PPARs, CM Green, dan Everwell. Menurut Willy Taruna dari Smart Life, cryptomonadales yang dipasarkan, 'Sangat diterima konsumen.' Sayang, ia enggan mengungkapkan volume penjualan, tetapi hanya menyebut, 'Kenaikannya 3 kali lipat.' Produsen lain PT Lasindo Bintang Sejahtera di Surabaya menolak wartawan Trubus Kiki Rizkika ketika hendak diwawancarai. PT Nunza International, distributor lain, yang berkantor di Menara Kebonsirih, Jakarta Pusat, sudah pindah.

Di tanah leluhur, in chao digunakan secara meluas. Produk itu dapat dibeli bebas di berbagai tempat, termasuk toko herba. Cosmed, toko obat di Taichung, menjual setidaknya 2 botol terdiri atas masing-masing 300 tablet per hari. Banyak dokter di Pulau Formosa yang meresepkan cryptomonadales kepada para pasien berbagai penyakit.

Di pulau yang bentuknya mirip daun tembakau itu setidaknya terdapat 4 rumahsakit yang dokter-dokternya meresepkan in chao. Dua di antaranya adalah Mackay Memorial Hospital dan Catholic Hospital. Saat ini cryptomonadales diperniagakan di 21 negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, dan Denmark. Pada 2006 Wang Shun Te, penemu panasea itu, meraup pendapatan US$100-juta setara Rp910-miliar.

Aman

Menurut Ih-Jen Su yang meriset in chao, produk itu tanpa efek samping. Hal senada diungkapkan Wang. Meski didistribusikan meluas di berbagai negara dalam 4 benua, hingga saat ini, komplain atas khasiat cryptomonadales belum pernah terjadi. Boleh jadi lantaran peluncuran pangan kesehatan itu didahului riset praklinis dan uji klinis, termasuk dosis hingga 10-15 tablet masing-masing 60 gram sehari. Bahkan, bagi bayi berumur 2 bulan sekali pun.

Itulah yang terjadi pada Lin Chin Chu yang lahir di Fong San Hospital, Kaohsiung, pada 27 Januari 2007. Anak pertama pasangan suami-istri Lin Liu Hai dan Zen Ying itu divonis tumor di paha kanan pada hari kelahirannya. 'Rasanya seperti pada musim dingin dan dijatuhi salju. Semua badan kaku,' kata Lin Liu, sang ayah, mengenang peristiwa itu. Atas saran kerabat, Lin memberikan serbuk cryptomonadales seujung kecil sepatula dan mencampurkan dalam 180 cc susu. Frekuensi pemberian sekali sehari. Hasil pemeriksaan dokter, benjolan merah seukuran bola pingpong itu pun hilang hanya dalam waktu sebulan.

Meski begitu, tentu saja, cryptomonadales tak sempurna. Menurut Kabinawa cryptomonadales yang berukuran kecil sangat sulit dipanen dan diolah. 'Untuk memisahkannya perlu penyaring HDA minimal 100 buah. Itu pun hanya bisa menyaring 20-30%. Separator itu harganya miliaran rupiah. Berbeda dengan spirulina yang dengan jaring saja sudah bisa dipanen,' ujar Kabinawa.

Toh, dari sisi kesehatan cryptomonadales yang supermini justru berkhasiat maksimal. Beragam penyakit, terbukti dapat disembuhkan. Itu didukung uji praklinis dan sebagian uji klinis. Tumbuhan itu menjadi salah satu pilihan bagi siapa pun yang ingin menjaga sekaligus mengatasi gangguan kesehatan. (Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina, Imam Wiguna, Kiki Rizkika, Nesia Artdiyasa, & Rosy Nur Apriyanti).

Alga Pereda Hipertensi

'Kini saya tak khawatir lagi bila ke luar kota,' kata Mariam Fatima. Setahun silam, jangankan bepergian ke luar kota, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari saja ia seringkali terganggu rasa pegal, pusing, dan demam yang kerap menghampiri. Penyebabnya, tekanan darah yang mencapai 180/100 mmHg.

Mariam tak menyangka bila gangguan kesehatan itu disebabkan hipertensi alias tekanan darah tinggi. Padahal, ia senantiasa menjaga pola hidup sehat. Menurut Prof Dr dr Syakib Bakri, SpPD-KGH dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, pada kondisi normal, hipertensi yang umum menyerang pasien adalah hipertensi primer yang disebabkan faktor keturunan dan lingkungan seperti stres, kegemukan, mengkonsumsi alkohol, dan pola hidup tak sehat. 'Frekuensi terjadinya mencapai 90-95%,' katanya.

Konsumsi garam yang mengandung natrium berlebih turut memicu hipertensi. Natrium mudah mengendap di dinding pembuluh darah. Jika kadar garam yang mengendap semakin banyak, pembuluh darah akan menyempit sehingga kecepatan aliran darah kian meninggi. Hipertensi juga dipicu kadar kolesterol dan lemak jenuh berlebih dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan arteriosklerosis alias pengapuran pembuluh darah.

Masuk angin

Mariam mengira pegal-pegal di bagian tengkuk, pusing, dan demam itu akibat masuk angin. Awal Oktober 2006, gangguan itu terasa hingga sepekan. Kondisi yang kian memburuk itu mendorong Mariam berobat ke dokter Santoso di Kotamadya Bogor. Saat diperiksa dokter, perempuan 46 tahun itu terperanjat karena tekanan darahnya mencapai 180/100 mmHg. 'Biasanya 100/90 mmHg,' katanya.

Oleh dokter, Mariam diberi obat penurun tekanan darah dan 3 jenis obat lain untuk mengatasi gangguan kesehatan. Obat penurun tekanan darah dikonsumsi setiap pagi dan sore masing-masing 1 tablet sesudah makan. Sepekan mengkonsumsi, Mariam malah terserang batuk. Ia pun menghubungi dokter Ludwina, yang berpraktek di Ciputat, Tangerang.

Menurutnya, jenis obat yang dikonsumsi Mariam memang dapat menyebabkan batuk bagi penderita yang tidak cocok. Dokter menyarankan agar Mariam mengkonsumsi obat lain yang tidak berefek samping. Obat itu dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 tablet setelah makan.

Untuk mengontrol tekanan darah, Mariam membeli tensimeter, alat pengukur tekanan darah digital. Alat itu dililitkan ke bagian lengan, lalu dipompa. Setelah itu, muncul angka yang menunjukkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selama pengukuran, tekanan darahnya sekitar 150/100 mmHg. Kalau pun menurun, tidak terlalu signifikan, hanya 140/100 mmHg.

Meski telah mengkonsumsi obat, gangguan seperti pegal di bagian tengkuk dan pinggang yang terasa panas tetap saja menghampiri. 'Kalau tekanan darah sedang naik, berjalan saja sampai terhuyung-huyung. Inginnya tidur terus,' kata ibu 3 anak itu. Bila sudah begitu, 'Saya terpaksa tidak masuk kantor,' ujarnya.

Beruntung di tempat Mariam bekerja, terdapat klinik pengobatan. Ia pun rutin memeriksakan diri. Dokter menyarankan, obat penurun tekanan darah sebaiknya dikonsumsi bila tekanan darah melebihi 140/100 mmHg. Tujuannya untuk menghindari kerja ginjal berlebih. Hal senada dilontarkan dokter Ludwina. Konsumsi obat penurun tekanan darah dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Cryptomonadales

Mendengar perkataan dokter, Mariam teringat kedua saudaranya yang menderita kerusakan ginjal. 'Saat ini ginjal mereka hanya bekerja 30%,' katanya. Itulah sebabnya ketika suaminya menyodorkan cryptomonadales, ia tak segan mengkonsumsi. Sejak Januari 2007, alumnus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta itu rutin mengkonsumsi cryptomonadales 2 kali sehari masing-masing 10 tablet setiap pagi sebelum sarapan dan malam menjelang tidur.

Dua bulan mengkonsumsi, gejala seperti pusing, sakit di bagian tengkuk, dan pinggang yang terasa panas itu sirna. Untuk menghindari kerusakan ginjal, Mariam mengurangi konsumsi obat penurun tekanan darah. 'Selama bulan Maret saya hanya mengkonsumsi 1 tablet,' katanya. Awal April 2007, konsumsi obat sama sekali dihentikan. Meski obat tak lagi dikonsumsi, hasil pemeriksaan sepekan lalu tekanan darahnya turun menjadi 130/90 mmHg.

Faedah cryptomonadales tak hanya dirasakan Mariam. Nun di Taiwan, Patty Lo merasakan faedah serupa. Perempuan 51 tahun itu menderita hipertensi sejak 3 tahun silam. Saat diperiksa dokter, tekanan darahnya mencapai 180 mmHg. Biang hipertensi, kadar kolesterol dalam darah yang mencapai 993 mg/dl. Normal kurang dari 200 mg/dl. Setahun lamanya Patty mengkonsumsi obat dokter. Selama itu pula ibu 2 anak itu rutin memeriksakan diri ke dokter. Beragam suplemen pun telah ia coba. Hasilnya, tekanan darah tetap melambung.

Salah seorang rekan Patty memperkenalkan cryptomonadales. Ekstrak alga bersel satu itu dikonsumsi 3 kali sehari masing-masing 20 tablet. Tiga bulan mengkonsumsi, tekanan darah turun menjadi 136 mmHg dan kolesterol 250 mg/dl. Setelah setahun tidak bekerja lantaran sakit, kini ia pun kembali menekuni pekerjaan lamanya sebagai konsultan gizi.

PPARs

Bagaimana duduk perkara cryptomonadales meredakan hipertensi? Menurut Prof Wang Shun Te, sang penemu, cryptomonadales mengandung Peroxisome Proliferator Activated Receptors (PPARs). PPARs faktor transkripsi yang mengatur karbohidrat dan homeostasis lemak. PPARs terdiri dari 3 jenis: PPARa, PPARy, dan PPARd. Yang disebut pertama berperan untuk katabolisme lemak. Kombinasi PPARa dan PPAR?, berefek antiinflamatory alias antipembengkakan, mengatur fungsi endotel vaskuler, dan berefek antihipertensi.

Hasil penelitian Ernesto L Schiffrin MD PhD FRCPC, dari Clinical Research Institute of Montreal, Kanada, menunjukkan, PPARa terbukti ampuh meredakan hipertensi dan memperbaik disfungsi pembuluh darah. Uji dilakukan terhadap mencit Sprague-Dawley. Hewan percobaan itu sebelumnya diinfus 120 nanogram/ kg angiotensi II (Ang II) untuk merangsang pembengkakan dinding pembuluh darah sehingga tekanan darahnya meningkat.

Mencit yang telah menderita hipertensi itu kemudian diberi asupan 2,5 ml ekstrak yang mengandung 40% PPARa selama 7 hari. Hasilnya, tekanan darah mencit yang semula 169-175 mmHg, turun menjadi 108-116 mmHg. Menurut Schifrrin, PPARa bekerja meredakan hipertensi dengan memperbaiki disfungsi endotel, meredakan stres oksidatif, dan pembengkakan dinding pembuluh darah.

PPARy juga berperan menurunkan tekanan darah. Itu dibuktikan Curt D Sigmund PhD, dari Department of Internal Medicine University of Iowa, Amerika Serikat. Uji dilakukan pada mencit yang telah disisipkan gen renin dan angiotensin dari manusia sehingga secara genetik menderita tekanan darah tinggi.

Sukarelawan itu diberi 25 mg/kg PPAR? per hari selama 21 hari. Hasilnya, tekanan darah sistolik mencit yang semula 140-150 mmHg, turun menjadi 119-133 mmHg. PPAR? bekerja menurunkan tekanan darah dengan cara memperbaiki fungsi pembuluh darah.

Cryptomonadales juga ampuh mengurangi risiko hipertensi dengan menekan kadar total kolesterol dan low density lipoprotein (LDL). Keduanya pemicu utama tekanan darah tinggi. Hasil uji klinis pada 30 pasien berkadar kolesterol dan LDL tinggi menunjukkan, setelah mengkonsumsi 30 tablet cryptomonadales selama sebulan, kadar total kolesterol dan LDL pasien menurun 15%. Hasil uji klinis itu bukti sahih, cryptomonadales tak hanya sekadar makanan pelengkap, tetapi juga penyembuh. (Imam Wiguna/ Peliput: Sardi Duryatmo).

Bukti sang Raja Memang Istimewa

Sinyal bahaya itu disampaikan Departemen Kesehatan Taiwan: 360-ribu penduduk mengidap diabetes mellitus. Dokter Ih-Jen Su PhD, periset National Health Reseacrh Institute, Taiwan, tergelitik mencari penyembuh sebelum mereka terjangkit kebutaan. Ketika ditawari meneliti cryptomonadales, pria 54 tahun itu langsung menguji coba pada 30 pasien kencing manis. Dosisnya, 30 tablet/hari selama sebulan. Kadar gula darah 27 pasien turun 25%.

Ih-Jen Su alumnus Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat, menemukan senyawa yang berperan dalam penurunan glukosa darah. Senyawa itu bernama PPARs atau Peroxisome Proliferator Activated Receptors. PPARs, kelompok protein reseptor bekerja dalam berbagai metabolisme sel seperti metabolisme karbohidrat, lipida, protein, serta pembelahan sel. Ada tiga jenis PPARs yang bekerja dalam tubuh: alfa, beta, dan gamma.

PPARa yang bekerja pada jantung, otot, usus, ginjal, pankreas, limfa membantu menurunkan kadar gula darah. Komponen troglitazone, pioglitazone, dan rosiglitazone berfungsi sebagai peningkat insulin dalam tubuh. Cara kerjanya: menurunkan hambatan produksi insulin, menghasilkan peningkatan penggunaan glukosa, dan mereduksi pengeluaran glukosa hepar.

Antikolesterol

Pengajar Fakultas Kedokteran National Cheng Kung University itu lantas menguji kemungkinan efek samping ekstrak cryptomonadales yang berbobot 200 mg/tablet. Sukarelawan diberi 60 tablet sekali konsumsi selama 60 hari. Pemeriksaan terhadap fungsi hati, pencernaan, dan elektrolit darah ketika pengujian berakhir menunjukkan tidak ada efek samping apa pun. Hanya, beberapa orang terserang sembelit ringan tetapi dapat diatasi dengan meminum air putih lebih banyak. Penelitian itu secara tak sengaja menemukan angka rata-rata kolesterol sukarelawan turun, dari 196 mg/dl menjadi 175 mg/dl. Begitu juga angka Low Density Lipoprotein atau dikenal sebagai kolesterol jahat.

Riset itu dilanjutkan Dr Chun Chian Yu dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi, National Cheng Kung University. Ia menguji praklinis dengan melibatkan 2 jenis tikus winstar dan hamster. Satwa itu diberi pakan peningkat kadar lemak darah selama satu minggu. Lantas, tikus dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 15 ekor.

Pada kelompok pertama, ia memberi konsumsi 30 tablet cryptomonadales per hari. Grup lain tidak diberi perlakuan apa pun. Hasilnya, tikus yang mengkonsumsi cryptomonadales nilai kolesterol turun dari 252 mg/dl menjadi 220 mg/dl. Trigliserida juga menurun dari 473 mg/ml menjadi 384 mg/dl. Pun terjadi peningkatan ratio HDL terhadap kolesterol, dari 0,38 menjadi 0,43. Sedangkan yang tidak diberi perlakuan apa pun seluruh nilai parameter kolesterol meningkat.

Berbekal hasil penelitian itu, Dr Chun melakukan uji klinis cryptomonadales. Sebanyak 30 pengidap kolesterol dengan rata-rata 131,2 mg/dl diberi konsumsi 30 tablet/hari selama sebulan. Setelah 2 pekan, terjadi penurunan nilai kolesterol 13,7% menjadi 100 mg/dl dan terus menurun pada minggu ke-4. Saat itu, rata-rata kolesterol 100 mg/dl atau terjadi penurunan hingga 24%.

Untuk mengetahui efektivitas cryptomonadales pada pengidap kolesterol, Chun meneruskan riset terhadap pasien tanpa pemberian cryptomonadales. Hasilnya teruji bahwa cryptomonadales efektif sebagai antikolesterol. Sebab, terjadi peningkatan nilai kolesterol pada minggu kedua sebesar 10% dan 25% pada minggu keempat.

Antivirus dan Antikanker

Keunggulan alga itu juga dibuktikan oleh Profesor Shih dan Jan dari Departemen Bioteknologi, Cheng Kung University. Mereka melakukan penelitian cryptomonadales terhadap efek antivirus. Kelinci diinduksi Herpes Virus Papio (HVP) mampu diselamatkan oleh alga yang mengandung 2 jenis pigmen itu.

Cryptomonadales menghambat replikasi dan peningkatan sitokinin sehingga memperlambat kematian kelinci yang terjangkit herpes. Sedangkan kelompok yang tidak diberi cryptomondales, virusnya bereplikasi cepat hingga 60-ribu dalam waktu kurang dari 24 jam dan kelinci pun mati.

Yang menakjubkan, fungsi ekstrak alga berbentuk elips berukuran 7-10 mikron itu teruji bersifat antikanker. Penelitiannya merupakan bagian dari serangkaian proyek dr Ih Jen Su. Sebanyak 8 tikus diinjeksi menggunakan DMNA, pemicu kanker kulit hingga menimbulkan luka menganga. Lantas 4 tikus segera dikompres dengan ekstrak cryptomonadales, sedangkan sisanya tidak diberi perlakuan apa pun. Hasilnya, ekstrak cryptomonadales efektif mengurangi perluasan papiloma kulit.

Senyawa yang efektif bekerja adalah tiga jenis PPARs. PPARa bekerja pada perkembangan kulit, pendewasaan epidermis, dan aktivitas sebum. PPARß mengatur pergantian sebum, meningkatkan pertumbuhan lapisan folikel rambut, dan berefek pada lapisan kulit, serta bersifat antiinflamasi. Sedangkan PPAR? bekerja pada keratinosit dan berguna bagi perkembangan kelenjar sebasea.

Multikhasiat

Kinerja PPARs terhadap sel kanker melanoma, prostat, dan kanker payudara juga dibuktikan Nomelí P. Núñez dari Pusat Penelitian Pencegahan Kanker Washington State University, Amerika Serikat. Ikatan enzim PPAR? berupa 15-deoxy-prostaglandin J2, ciglitazone, dan WY-14643, berefek antiproliferasi dan apoptosis terhadap sel kanker melanoma, prostat, dan payudara.

Saat tumor terbentuk, PPAR? muncul dengan memberi efek beragam. Antara lain mengakumulasi lemak pada sel tumor, mengubah ekspresi gen tumor, menurunkan tingkat perkembangan sel tumor, dan kapasitas penggandaan. Dengan begitu, sel kanker tak mampu hidup dan menyebar dalam tubuh.

Antidiabetes, antikolesterol, antivirus, dan antikanker. Itulah beberapa khasiat yang telah ditemukan pada makhluk yang hanya terlihat setelah 600 kali perbesaran mikroskop. Dokter Ih Jen-Su yakin benar cryptomonadales memiliki khasiat lain yang belum terungkap, termasuk antiflu burung maupun anti-HIV yang hingga kini belum ada obat mujarabnya. (Vina Fitriani).

Cryptomonadales Makhluk Mini Kaya Gizi

Sejak Desember 2006, dokter Sri Budiwati mengkonsumsi ekstrak alga cryptomonadales untuk mengatasi alergi. Pada saat sama, ia meresepkan kepada penderita diabetes mellitus. Dosisnya, 3 kali 15 tablet cryptomonadales per hari. Dua minggu kemudian, kadar gula darah pasien itu turun 150 poin dari sebelumnya 300 mg/dl. Perutnya pun mengecil, bobot tubuh susut 5 kg. Keluhan lelah dan letih tak lagi menghantui hari-harinya. Kesembuhan pasien itu membuat dr Sri mempercayai keampuhan cryptomonadales.

Selain pengidap diabetes, pasien lain seperti pengidap kolesterol, asam urat, dan darah tinggi juga diberi konsumsi ekstrak alga berukuran 7-10 mikrometer. 'Yang paling mengesankan, cryptomonadales efektif untuk pasien saya yang menjalani kemoterapi setelah kanker usus,' kata dokter yang berpraktek di Jemursari, Surabaya, itu.

Ketika datang, pasien telah mengalami pendarahan tinggi. Tanpa pikir panjang alumnus Universitas Airlangga, Surabaya itu meresepkan ekstrak cryptomonadales yang dikonsumsi dalam 3 kali 15 tablet sehari. Dua minggu kemudian saat pasien melakukan kontrol, Sri terkejut pendarahan usus telah terhenti. Dokter yang mendalami herbal sejak 4 tahun silam itu yakin cryptomonadales memiliki nutrisi yang memperkuat lever sehingga hemoglobin tidak mudah turun dan sel darah kuat sehingga pendarahan berhenti.

'Ada berbagai kandungan spesial terdapat di cryptomonadales yang mempercepat penyembuhan kanker,' kata alumnus Magister Marketing Finance Hospital itu. Antara lain DNA dan RNA yang mempercepat proses regenerasi saat luka, Gamma Linoleic Acid atau GLA asam amino yang menjaga dan memperbaiki hati serta membentuk darah, serta PPARs atau Peroxisome Proliferator Activated Receptors, enzim yang mempercepat kinerja organ untuk mencerna makanan yang masuk.

RNA/DNA

Menurut Prof I Nyoman Kabinawa, Gamma Linoleic Acid atau GLA berfungsi merangsang homon prostaglandin pengontrol berbagai fungsi esensial tubuh. Prostaglandin PGE-1 terlibat dalam tugas pokok tubuh seperti pengaturan tekanan darah, sintesis kolesterol, inflamasi dan pembelahan sel. Studi klinis oleh Lopez-Romeo dari Medicine Holistica, Spanyol, GLA baik untuk menanggulangi penyakit jantung, kegemukan, schizoprenia, stres pramentruasi, defisiensi seng, alkoholik, depresi mania, gejala menua, dan radang persendian.

DNA dan RNA dalam cryptomonadales jumlahnya 10.000 mg/100 g dan DNA mencapai 3.000/100 g. Jumlah itu lebih banyak daripada sumber RNA ikan sardin, 0,59%, dan chlorella, 2,95%. 'Kemungkinan besar mekanismenya seperti mengkonsumsi makanan berprotein tinggi. Sel-sel dibangun dan terjaga dari kerusakan,' kata Prof Dr Ali Khomsan, MS, guru besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.

Yang juga meresepkan alga hijau dan biru cryptomonadales adalah dr Yayan Sri Biyantoro. Dokter kelahiran Makassar itu memberikan cryptomonadales pada penderita kanker stadium III sebagai bagian dari tindakan penyembuhan. 'Yang dilakukan berupa imunoterapik dan nutraseutical yaitu pengobatan dengan peningkatan imunitas,' kata dokter yang berpraktek di Surabaya, Jawa Timur, itu. Setelah 4 bulan diberi konsumsi cryptomonadales dan PPARs, kanker sirna. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu, senyawa yang paling berpengaruh adalah pigmen klorofil dan fikosianin. Keduanya antioksidan yang bersifat eksogen membantu menangkap radikal bebas.

Pigmen

Hal itu sejalan dengan penelitian Dr Leenawati Limantara MSc, ahli klorofil dari Universitas Kristen Satya Wacana, Yogyakarta. Klorofil adalah pigmen utama yang terdapat pada tumbuhan, alga, dan bakteri fotosintetik. 'Perannya sebagai antena penangkap cahaya dan pentransfer energi dalam proses fotosintesis,' kata alumnus Kwansei Gakuin University, Kobe, Jepang, itu.

Dalam Brazillian Journal of Medical and Biological Research diungkap metode penanganan kanker paling mutakhir menggunakan tiga faktor yaitu photosensitizer, cahaya tampak, dan oksigen. Senyawa kimia photosensitizer membunuh sel-sel kanker ketika disinari dengan cahaya tampak pada panjang gelombang tertentu. Klorofil mampu menyerap maksimal pada panjang gelombang maksimum hingga 770 nm. Itu sebabnya pengobatan modern telah mempercayai klorofil sebagai penyembuh kanker mujarab yang aman dibandingkan obat kimia.

Pigmen lainnya, fikosianin. 'Pigmen hijau kebiruan atau fikosianin memberi efek peningkat sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan aktivitas limfosit,' kata Ir Nining Betawati MSc, periset alga di Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Selain itu, fikosianin meningkatkan fungsi sistem limpa menjaga kekebalan tubuh dari penyakit degeneratif seperti serangan kanker, borok, pendarahan dan penyakit lainnya. Menurut FDA (Food and Drug Administration), dosis fikosianin yang dianjurkan berkisar 0,25-2,5 g/hari.

Kaya mineral

Yang tak kalah penting, cryptomonadales mengandung betakaroten. Senyawa aktif yang sohor sebagai antikanker itu jumlahnya 600-800 mg/100 g cryptomonadales. 'Antioksidan dalam betakaroten melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan tubuh saat metabolisme. Atau karena pengaruh lain, seperti asap rokok, cahaya matahari, dan radiasi,' kata Dr Ahkam Subroto MSc. Meningkatnya kekebalan, berarti menangkal serangan ringan maupun berat seperti kanker atau tumor.

Selain pigmen alami, cryptomonadales juga mengandung mineral biotin, niasin, inositol, karnitin, dan kolin. 'Mineral-mineral itu sangat jarang ditemukan pada berbagai bahan makanan, tetapi memiliki fungsi esensial bagi tubuh,' kata Prof Ali Khomsan. Niasin misalnya, berfungsi menghadang kolesterol akibat asupan lemak berlebih, kolin berguna meningkatkan kecerdasan dan karnitin untuk pembentukan badan lebih sempurna. (Vina Fitriani/Peliput: Nesia Artdiyasa).

About CGF dan Khasiat CGF

Di tahun 1950-an, Dr. Fujimaki dari Jepang memisahkan suatu substansi dari ekstrak chlorella melalui proses electrophoresis. Ternyata substansi ini merangsang pertumbuhan yang sehat pada anak-anak maupun binatang sehingga dinamakan Chlorella Growth Factor (CGF). Cryptomonadales® mengandung CGF berkali-kali lipat lebih banyak dari semua jenis Chlorella yang telah diketahui. Dalam konteks kita sekarang ini, CGF mengacu pada Cryptomonadales Growth Factor.

Selanjutnya, ditemukan bahwa CGF terutama terdiri atas materi inti sel chlorella (DNA dan RNA). Cryptomonadales® mengandung 13% asam nukleat, yaitu 3% berupa DNA (asam deoksiribo nukleat) dalam inti sel dan 10% berupa RNA (asam ribonukleat) dalam sitoplasma (bagian sel di luar inti).

Dr. Benjamin Frank meyakini bahwa penurunan energi perusakan fisik yang terkait dengan penuaan disebabkan oleh meningkatnya kerusakan DNA dan RNA yang diperlukan sel untuk berfungsi secara sehat. Dia merawat pasien-pasiennya dengan diet makanan utuh (whole food), khususnya yang kaya asam nukleat. Dia melaporkan bahwa banyak pasiennya yang kelihatan dan merasa lebih muda.

Perlu diketahui, irama hidup modern yang penuh dengan stres, diet yang buruk, junk food, narkoba, rokok, alkohol, polusi dan berbagai faktor gaya hidup yang negatif mempercepat perusakan DNA/RNA dan sistem kekebalan, sehingga menciptakan kerentanan terhadap penyakit.

CGF melakukan detoksifikasi, menstimulasi sistem kekebalan, memperbaiki fungsi pencernaan, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menjaga integritas sel, sehingga memperpanjang usia sel.

CGF memberikan khasiat sebagai berikut

· Menyegarkan dan meremajakan sel-sel tubuh anda
· Meningkatkan efektivitas penyerapan nutrisi
· Membantu detoksifikasi dan membuang unsur logam berat
· Menstimulasi dan membangun sistem kekebalan
· Meningkatkan kemampuan pemulihan tubuh setelah kegiatan fisik yang berat atau sakit
· Mengurangi efek samping kemoterapi dan/atau penyinaran
· Memerangi radikal bebas yang merusak
· Meningkatkan produksi interferon
· Mempercepat dan memperbaiki pertumbuhan kembali jaringan yang rusak misalnya karena peradangan, terbakar, dll.
· Memperbaiki efisiensi dan integritas sel
· Mengaktifkan fungsi sel dan meningkatkan metabolisma
· Menormalkan metabolisma lemak
· Mengaktifkan sintesa protein
· Meregulasi fungsi hati dan ginjal
· Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang berguna dalam usus besar
· Mempercepat pertumbuhan anak tanpa efek sampingan
· Meningkatkan fungsi-fungsi RNA/DNA yang berkaitan dengan produksi protein, enzim dan energi di tingkat sel
· Membantu melawan efek penuaan dini
· Merangsang peremajaan DNA/RNA dalam tubuh sehingga anda akan tampak dan merasa lebih muda, biasanya dimulai dengan perbaikan yang tampak pada rambut, kulit dan kuku.

About PPARs

Dalam ilmu sel, Peroxisome Proliferator Activated Receptors (PPARs) merupakan golongan sel penerima. PPARs pertama kali ditemukan pada katak jenis Xenopus, sebagai sel peka rangsangan yang mempengaruhi perkembangbiakan (perkembangan) perixom dalam sel. PPARs merupakan sebuah faktor yang sangat berpengaruh dan berhubungan dengan metabolisme sel (karbohidrat, lemak dan protein) dan pembedaan fungsi sel (diferensiasi fungsi sel). Cryptomonadales mengandung PPARs (Peroxisome Proliferators Activated Receptors) yang tinggi, dengan fungsi metabolisme lipid, pengaturan sistem keseimbangan glukosa, anti pembengkakan, pengaturan keseimbangan imunitas (daya tahan) tubuh, dan pengenalan sel kanker. PPARs merupakan terobosan utama dalam pengobatan kencing manis, dan penyumbatan lemak dalam pembuluh darah. PPARs juga meningkatkan pengendalian penyakit-penyakit kardiovaskular (kelainan pembuluh darah dan jantung) seperti penyakit jantung dan serangan jantung (kerusakan permanen otot jantung). Uji klinis menunjukkan hasil yang menjanjikan terhadap pengujian penyakit radang sendi rheumatoid arthritis (penyakit di mana kekebalan tubuh balik menyerang tubuh itu sendiri), radang kulit kronis (psoriasis), alergi kulit (contact dermatitis), dan juga kanker payudara, kanker prostat, kanker kulit, dan kanker usus.

Senyawa aktif PPARs diperoleh dari ekstrak nukleus (inti sel) Cryptomonadales. PPARs mengandung senyawa alpha, beta, dan gamma. Senyawa alpha berperan melindungi beberapa organ vital seperti hati, ginjal, dan jantung, beta berperan di jaringan adiposa, otak, dan kulit, sedangkan gamma di usus, limpa, dan pankreas. PPARs adalah reseptor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Produk ganggang (alga) seperti Cryptomonadales ini sifatnya proliferatif, yakni memperbanyak reseptor.

Salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh adalah sel T. PPARs berfungsi merangsang sel T tersebut untuk bangun (karena sel T ibaratnya seperti macn tidur yang harus dibangunkan) bekerja melawan virus-virus asing yang masuk ke tubuh.

Dalam istilah awam, Cryptomanadales yang mengandung PPARs membantu mengaktifkan sel-sel tubuh manusia untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan virus-virus dari dalam dan luar tubuh dengan cara terbaik yang paling alami tanpa ada efek samping apapun.

Rabu, Februari 27, 2008

Nutrisi Cryptomonadales

Dalam hidup, tidak peduli berapapun umur kita, sudah seharusnya terbebas dari sakit dan memiliki stamina dan kesehatan yang baik, sehingga hidup ini terasa pantas dan bernilai. Makanan yang kita konsumsi dalam tubuh harus diseimbangkan dengan kehidupan, kesehatan, dan kesenangan. Ketika energi sudah serasi dan seimbang dengan makanan alami yang sehat, tubuh akan menjadi tahan terhadap penyakit, penyembuhannya cepat, awet, dan bebas racun.

Manusia harus menyadari bahwa makanan yang dipilih untuk dikonsumsi merupakan pengaruh yang kuat dalam masalah kesehatan dan penyakit. Makanan yang baik akan memberi nutrisi dan menguatkan tubuh, pikiran, dan semangat. Tanpa pilihan makanan yang tepat, kehidupan mental dan spiritual manusia juga akan ikut menyimpang dan tidak seimbang, begitu juga kehidupan fisik. Ada orang yang tidak mau percaya bahwa hubungan antara makanan dan kesehatan itu benar-benar ada. Kebiasaan pola makan yang buruk dan pilihan makanan yang tidak baik akan sangat susah untuk diubah.

Manusia tidak menerima kesehatan sebagai suatu berkat atau hadiah, sebaliknya sebagai sesuatu yang kita peroleh dengan kerja keras untuk mempertahankannya. Saat Anda tahu Anda mudah capai, depresi, dan sakit, berarti alam memberi Anda kesempatan untuk menemukan dan menjalankan gaya hidup yang lebih baik.

Asal usul penyakit kronis dihubungkan dengan tiga proses. Pertama, kurangnya elemen-elemen nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kedua, akumulasi dari zat-zat beracun dalam tubuh. Ketiga, sistem kekebalan alami tubuh yang makin melemah. Kelemahan karena terlalu capai dan stress, sakit yang tidak berkesudahan, dan depresi mental merupakan gejala-gejala dari tubuh kita yang menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan gaya hidup kita, dan semuanya adalah berawal dari makanan yang kita konsumsi.

Nutrisi yang baik merupakan batu loncatan pertama untuk kesehatan yang baik pula. Manusia harus mengkonsumsi makanan yang lengkap, murni, dan alami yang dapat membangun jaringan tubuh baru dan menahan makanan-makanan tidak baik yang dapat merusak tubuh. Sama halnya dengan makanan sehat yang memberikan kita kesehatan, makanan yang buruk dapat membuat badan sakit dan tidak tahan penyakit. Ada makanan yang menyembuhkan, namun ada juga makanan yang dapat membahayakan bahkan membunuh cepat maupun lambat.

Cryptomonadales merupakan makanan lengkap sempurna, bebas racun, dan tambahan bahan-bahan kimiawi, dengan kemampuan membuang racun-racun dari dalam tubuh dan membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang baik.

Cryptomonadales adalah suplemen makanan lengkap dan unik yang memenuhi kebutuhan sel manusia dalam perbaikan dan peremajaan. Nutrisi yang cukup dan tepat melindungi tubuh dari penyakit dan memperbaiki kesehatan tanpa efek samping.

Mungkin anda pernah mendengar tentang Chlorella dan Spirulina, dua jenis ganggang yang sangat baik kandungan nutrisinya. Pada daftar di bawah ini terlihat bahwa kandungan nutrisi Cryptomonadales jauh lebih baik dari kedua jenis ganggang tersebut, khususnya pada komponen CGF, RNA, DNA, antioksidan (vitamin A dan E), dan berbagai jenis mineral.

Tabel Nutrisi dari Cryptomonadales, Spirullina dan Chlorella (klik untuk perbesar)

Dibawah ini Perbedaan dari Cryptomonadales, Spirullina dan Chlorella (klik untuk perbesar)

About Cryptomonadales

Cryptomonadales® adalah ganggang (algae) berbentuk elips yang merupakan produk baru hasil penelitian dan pengembangan dari dua jenis ganggang unggul, yaitu Chlorella dan Spirulina, melalui proses bioteknologi yang canggih. Ini merupakan karya cemerlang dari sekelompok pakar mikrobiologi internasional di bawah pimpinan Prof. Dr. Wang Shun Tee, Direktur Utama Chlorella International. Dan didukung penuh oleh Departemen Kesehatan Taiwan melalui serangkaian penelitian yang diketuai Dr. Ih-Jen Su PhD, alumnus Harvard Medical School, USA, serta Dr. Chun Chian Yu dari Departemen Mikrobiologi dan Imunologi dan Prof. Shi Dan Jan dari Departemen Bioteknologi, Cheng Kung University, Taiwan.

Nama ilmiah penemuan ini adalah Chlorella Sorokiniana. Reproduksinya adalah secara aseksual: satu sel tunggal membelah menjadi empat sel hanya dalam waktu 20 jam melalui proses fotosintesis. Cryptomonadales®, makanan utuh bernutrisi lengkap adalah makanan paling sempurna di abad 21, dan mengandung hampir semua zat-zat makanan yang diperlukan tubuh manusia. Cryptomonadales mengandung 10% RNA dan 3% DNA. Kandungan proteinnya sangat tinggi (60%) dan merupakan protein yang bersifat basa / alkalin (tidak halnya protein dalam biji-bijian yang bersifat asam) sehingga sangat berdaya guna menurunkan keasaman tubuh manusia yang bersifat basa. Cryptomonadales banyak mengandung vitamin, mineral, trace element dan beragam nutrisi mikro yang tidak dikandung oleh jenis chlorella lain. Satu-satunya makanan alami yang mengandung PPARs atau Peroxisome Proliferator Activated Receptors, yang bekerja secara aktif dalam tubuh kita sebagai kunci pengaktif sel-sel tubuh kita. Cryptomonadales mengandung sumber klorofil alami tertinggi, ribuan kali lipat kandungan sayuran dan buah-buahan. Klorofil dikenal berkhasiat sebagai pemurni darah. Cryptomonadales juga kaya akan komponen biru (phycocyanin). Phycocyanin adalah antioksidan yang kuat dan juga berfungsi melindungi hati dan ginjal dari racun-racun. Yang menakjubkan, kandungan nutrisinya 95% dapat dicerna dan diserap tubuh manusia hanya dalam satu sampai dua jam karena dinding selnya sangat tipis.

Cryptomonadales® merawat tubuh anda pada tingkat sel dengan menyediakan nutrisi dan bahan dasar untuk perbaikan dan pembaharuan DNA dan RNA sel-sel tubuh anda. Cryptomonadales® menjaga tubuh tetap sehat, mencegah dan bahkan menyembuhkan penyakit-penyakit degeneratif, dan membuat anda tampak dan merasa lebih muda.